PROYEK PUSKESMAS WARIS DIJADIKAN BANCAKAN OKNUM DINKES KEEROM DAN KAWAN-KAWAN
0 Komentar 2512 pembaca

PROYEK PUSKESMAS WARIS DIJADIKAN BANCAKAN OKNUM DINKES KEEROM DAN KAWAN-KAWAN

Daerah

Keerom, MajalahPerwira - Sungguh disayangkan memiliki oknum-oknum pejabat yang tidak bertanggungjawab dan hanya mau senang diatas penderitaan rakyatnya. Dimana rakyatnya masih membutuhkan uluran tangan mereka. Pasalnya, proyek untuk kemanusiaan diduga dipecundangi oknum pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Keerom.

Apakah orang -orang seperti ini pilihan kepala daerahnya ataukah diduga proyek alat kesehatan (alkes) ini dijadikan proyek berjamaah untuk mengais rezeki demi kepentingan pribadi dan membuat menderita rakyatnya? Jawabnya ada di tangan oknum-oknum pengais rezeki berjamaah tersebut. Ini tidak boleh dibiarkan, karena oknum-oknum berjamaah ini membuat negara rugi dan sudah ambil untung dari penderitaan rakyatnya

Permasalahan yang membelit Puskesmas Kenandega, Distrik Waris, Keerom, Papua, masih terus berlanjut. Proyek pembangunan Puskesmas Kenandega Waris senilai Rp15 milliar dan diambil dari Program Afirmatif (Otonomi Khusus/Otsus), hal ini seperti dikemukakan di beberapa media sosial (medsos) dan media massa, dan masih berbuntut panjang.

Sejak jajaran internal (tenaga medis/nakes) Puskesmas Kenandega Waris berani mengungkapkan yang sesungguhnya yang diangkat di medsos dan media massa , maka masalah puskesmas itu mendapat perhatian oleh pihak-pihak terkait.

Hal ini diketahui adanya upaya-upaya Dinkes Kabupaten Keerom memasukkan barang-barang alat kesehatan (alkes) dan muebelair di puskesmas tersebut, Kamis (30/7/2020).

Akibatnya, para nakes di puskesmas itu menilai bahwa ini adalah upaya menutup-nutupi keadaan yang sebenarnya, sehingga mendapat penolakan dari para nakes dengan menutupi pagar puskesmas.

Bukan itu saja, para nakes juga menyampaikan kekesalan mereka secara tertulis, yakni kata-kata penolakan alkes yang dinilai sebagai alat bekas untuk menutupi kecurangan Dinkes Keerom.

"Tadi pagi (Kamis, 30/7/2020, red) pihak dinkes memasukkan barang-barang ke puskesmas, tapi kami tolak. Karena sejak puskesmas ini diresmikan pada Mei 2018 sampai sekarang ini tidak pernah beroperasi karena tidak ada alkes. Setelah kami rebut atau ambil alih dan akan diaudit, tiba-tiba Dinkes Kabupaten Keerom datang dan memasukkan barang alkes. Tapi kami tahu kok kalau barang (alkes) itu bekas. Maka kami nyatakan menolak barang tersebut,"kata Kepala Puskesmas Kenandega Waris dr Leonardus Ibe kepada wartawan, Jumat (31/7/2020).

Dia menambahkan bahwa sebagai pimpinan puskesmas, dirinya merasa memiliki tanggungjawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat dan bisa berjalan baik. Karenanya, ia dan rekan sejawat menolak alat bekas tersebut masuk ke Waris.

Terpisah, Kepala Inspektorat Kabupaten Keerom Vincensius Jehandu mengatakan, terkait kisruh yang terjadi di Puskesmas Kenandega, Waris, pihaknya sejak 2018 telah melakukan pendampingan pemeriksaan, yang dilakukan BPKP-RI (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia) perwakilan Papua.

"Pemeriksaan hasil pekerjaan 2017 terhadap Puskesmas Kenandega Waris memang bernilai Rp15 miliar lebih, dan pemeriksaan tersebut dilakukan BPKP-RI. Kami dari inspektorat kabupaten sikapnya hanya memback up kegiatan tersebut," ujar Vincensius.
Menurutnya, menyangkut item dan hasil pemeriksaan, ia menjelaskan tidak ingat persis dan harus membuka kembali dokumennya, karena hal tersebut terjadi 2017 lalu.

Sampai berita ini dinaikkan di media , wartawan belum mendapat konfirmasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom. MP-Arief Nugroho/Frida

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top