AKHIRNYA, BARESKRIM,L POLRI SERAHKAN DJOKO TJANDRA KE KEJAGUNG
0 Komentar 1464 pembaca

AKHIRNYA, BARESKRIM,L POLRI SERAHKAN DJOKO TJANDRA KE KEJAGUNG

Hukum & Kriminal

Jakarta, MajalahPerwira - Setelah sempat diinapkan, buronan kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra akhirnya Bareskrim, Polri menyerahkan ke Kejagung untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.

"Pukul 21.00 WIB, penyerahan Djoko Tjandra dari Bareskrim Polri ke Kejaksaan Agung," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, Jumat (31/7).

Menurutnya, penyidik Bareskrim, Polri bertugas melakukan penangkapan.

Namun, untuk kasus yang melilit Djoko Tjandra tetap disidik oleh kejaksaan.

Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo meringkus Djoko Tjandara disebuah apartemen di Kualalumpur, Kamis (30/7).

Selanjutnya, Kabareskrim berserta rombongan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 22.40 WIB menggunakan pesawat carter tipe Embraer ERJ 135 dengan nomor regjstrasi PKRJP.

Djoko Tjandra muncul dari tangga pesawat dengan mengenakan baju tahanan berwarna orange lalu dimasukan kedalam mobil menuju Bareskrim, Polri di Jalan Trunojoyo Nomor 3 Kebayoran Baru, Jaksel.

Kasus Djoko Tjandra bermula ketika Direktur PT Era Giat Prima Djoko Tjandra dijerat dengan dakwaan berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ridwan Moekiat.

Dalam dakwaan primer, Djoko didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi berkaitan dengan pencairan tagihan Bank Bali melalui cessie yang merugikan negara Rp940 miliar.

Namun, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang diketuai oleh R Soenarto memutuskan untuk tidak menerima dakwaan jaksa tersebut.

Pada bulan Oktober 2008 lalu kejaksaan mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

Selanjutnya, MA menerima dan menyatakan Djoko Tjandra bersalah.

Djoko Tjandra diketahui buronan licin dengan berbagai cara bisa bebas melenggang keluar masuk dalam dan keluar negeri tanpa dilakukan penangkapan.

Hal ini terbukti adanya keterlibatan dari tiga Jenderal di Kepolisian yang membantu Djoko Tjandra bebas lenggang kangkung.

Namun, tiga jenderal tersebut yakni Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo yang dicopot dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte dicopot dari jabatan Kepala Divisi Hubungan Internasional, dan Brigjen Nugroho Slamet Wibowo dari jabatan Sekretaris NCB Interpol Indonesia.

Kini, Prasetjo Utomo bersama pengacara Djoko Tjandra menetapkan Anita Kolopaking sebagai tersangka kasus dugaan surat jalan palsu.

Tidak hanya jenderal di Kepolisian yang dicopot, Jaksa Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi 2 pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Pinangki Sirnamalasari dari jabatannya. Jaksa itu dicopot lantaran terbukti bertemu buron tersebut di Malaysia dan berfoto bersama. MP-RON

 

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top