PETAHANA PASANG BALIHO DAN BAGI SOUVENIR PASLON, PENGAMAT: INI PEMBODOHAN POLITIK
0 Komentar 1793 pembaca

PETAHANA PASANG BALIHO DAN BAGI SOUVENIR PASLON, PENGAMAT: INI PEMBODOHAN POLITIK

Politik

Jayapura, MajalahPerwira - Pilkada Serentak 2020 akan dilaksanakan 9 Desember nanti, namun banyak calon kepala daerah (cakada) bersama pasangannya sudah mendeklarasikan diri.

Hal ini terlihat banyaknya baliho atau spanduk muncul di area publik dan kantor pendukung, padahal cakada tersebut belum memiliki kendaraan untuk maju di Pilkada Serentak tahun ini.

Yang lebih parah lagi cakada petahana sudah tulis namanya bersama pasangannya pada souvenir atau atribut saat membagi-bagikan bantuan sosial (bansos) pandemi covid-19. Padahal hal ini menyalahi aturan dan bisa dikatakan kampanye terselubung.

Kabupaten Keerom, Papua salah satunya. Pengamat politik dari Dr Najmuddin M Rasul menilai sudah memasang baliho atau membagikan souvenir atau alat peraga untuk menujukkan bahwa dia adalah sudah resmi calon kandidat, adalah salah selama belum ada pendaftaran dibuka.

Soal ini Najmuddin M Rasul setuju saja, karena memang belum ada aturan yang menetapkan cakada itu bergerak. Tapi, secara etis politik setiap petahana harus bertindak sportif, dan jangan merasa sebagai calon kuat.

"Semestinya, petahana itu memberikan cara berpolitik yang baik kepada masyarakat, dan lebih bahaya lagi kalau petahana sudah menonjolkan diri kepada ASN (Aparat Sipil Negara) kalau dirinya kandidat kuat. Ini sama saja membodohi masyarakat atau pembusukan politik,"ujar dosen Universitas Andalas ini.

Pokoknya kata dia, kita masih mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 agar tidak salah.

Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Keerom Natalia Yonggom SS bahwa sesuai imbauan dari Bawaslu pusat kepada partai politik dan calon kepala daerah diminta untuk memperhatikan tahapan-tahapan pilkada yang berlaku, karena waktu kampanye waktunya masih cukup jauh.

"Jangankan kampanye, untuk pencalonan pasangan calon saja belum ada nama-namanya, bahkan belum ada proses pendaftarannya. Sehingga, hal ini perlu diperhatikan oleh pasngan calon yang mau maju. Baik melalui jalur partai maupun independen,"kata Natalia kepada wartawan di Kantor Bawaslu Keerom, Kamis (30/7/2020).

Ia menjelaskan bahwa untuk Keerom memang sudah terlihat ada beberapa baliho yang dipasang dimana-mana dan kita (Bawaslu) akan berlakukan adil untuk seluruh bakal pasangan calon. Bahwa boleh dipasang, tetapi pada sekretariat masing-masing dari pattai yang mendukung.

"Hal ini pihak Bawaslu belum bisa berikan penegakan peraturan lainnya dan Bawaslu masih batas pencegahan . Yakni berikan surat teguran kepada bakal calon kepala daerah," tutur dia.

Dikatakannya, saat ini bila ada baliho-baliho yang masih terlihat terpasang di luar sekretarat, itu adalah kewenangan dari dinas tata kota atau kesbanglol, sementata satpol.pp bertugas untuk menertibkan saja atas permintaan Bawaslu.

Selain itu, Bawaslu juga meminta agar pimpinan daerah atau kepala daerah tidak boleh menyalahgunakan jabatannya atau wewenang untuk kepentingan pribadi dalam persiapan dirinya mencalonkan diri maju di pilkada tahun ini.

"Kami (Bawaslu) akan terus mengingatkan kepada parpol yang mengusung dan juga kepada bakal calon kepala darerah (petahana) atau calon lainnya. Dan sampai saat ini para calon tersebut cukup taat. Keerom masih baik untuk alat peraga dan masih tertata baik,"jelas dia lagi.

Namun kata Ketua Bawaslu ini, jika ada bakal calon kepala daerah memberikan souvenir seperti masker atau lainnya dan ada nama pasangan calon, maka Bawaslu akan berikan surat tegur agar semua atribut bantuan sosial yang tertulis nama pasangan calon harus ditarik kembali.

"Bagi pasangam calon yang sudah memberikan kepada rakyat silahkan ditarik kembali, dan yang sudah cetak diminta untuk tidak dibagikan dan mohon disimpan dulu, karena untuk saat ini belum berlaku alat peraga kampanye (APK),"terangnya.

ia menambahkan, jika ada spanduk atau baliho yang ada gambar pasangan calon dan tidak tertera visi misi itu masih dianggap belum pelanggaran. Namun jika dalam spanduk atau baliho pasangan ada visi misinya maka itu dinamakan kampanye.

Untuk itu, Bawaslu mengingatkan dalam kompetisi pilkada nanti harus berjalan sesuai aturan.

"Kami.juga berharap kepada masyarakat jika melihat hal-hal pelanggaran darpada pasangan calon yang mau ikut pilkada. Diharapkan masyarakat menyampaikan kepada Bawaslu supaya menjadi perhatian kami apabila ada yang mencuri start kampanye," harapnya.

Dijelaskannya, ada parpol yang melaporkan perpindahan sekretariat (Partai Berkarya) dan sudah melaporkan ke Bawaslu. Dan diminta kepada parpol agar spanduknya untuk untuk tidak di jalan, tetapi di ranah kesekretariatan.

Natalia mengatakan kepada petahana yang melanggar aturan Bawaslu, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan agar tidak menyalagunakan wewenang jabatannya.

"Jika ada ditemukan di lapangan petahan atau calon pasangan bagi-bagi atribut seperti souvenir bergambar pasangan calon silahkan lapor Bawaslu, supaya bisa ditegakkan keadilan pemilih yang baik,"katanya.

Menurutnya, kalau memang masyarakat sudah menemukan sepert itu atau memang itu salah diminta laporkan kami, maka kami akan memanggil untuk klarifikasi.

"Intinya kami sudah mengeluarkan surat-surat teguran yang banyak kepada pimpinan daerah yang mau maju, baik.melalui kantor resmi atau via elekttonik. Dan ini sudah kami lakukan,"ucap dia.

Ia mengimbau kepada calon-calon kepala daerah yang mau maju, jika terdapat atribut atau souvenir yang ada gambar pasangan calon, ini namanya sudah menjurus kampanye karena sudah terlihat dan harua ditarik atribut atau souvenir itu.

"Tetapi kalau dalam atribut atau souvenir ada gambar hanya satu orang itu belum bisa dikatakan kampanye. Kan belum kami belum tahu apakah orang tersebut maju atau tidak,"tutur dia lagi.

Pihaknya meminta kepada masyarakat jika ada petahana atau calon lainnya yang bagi-bagi bansos atau bantuan sosial ada gambar pasangan calon segera lapor biar segera ditindak.

"Ini juga harus diperhatikan para calon, jangan membonceng kegiatan sosial sambil dengan membagi barang tapi ada gambar pasangan calon, ini namanya kampanye terselubung, karena ini untuk mengangkat elektabilitas mereka dan lain sebagainya,"ungkapnya.

Kepada kedua pimpiman daerah ini yang akan maju ikut pilkada serentak diminta untuk konsisten menjalankan tugasnya dengan baik sampai menunggu tahapan-tahapan lanjutan.

"Hal ini semua diberlakukan untuk semua kepala daerah yang mau maju ikut pilkada, baik tingkat pusat, provinsi, kabupatan atau kota untuk mengikuti aturan dan sesuai etika, supaya ada keseimbangan di masyarakat,"jelas dia.

"Pokoknya dengan majunya para pimpinan ini jangan sampai pelayanan masyarakat terganggu,"harapnya.

Ia menambahkan, ada ASN (aparat sipil negara) yang mau maju ikut pilkada tahun ini dan Bawaslu sudah memanggil klarifikasi sejak Januari atau Ferbruari lalu sesuai aturan bahwa setiap ASN yang mencalonkan diri dan telah mensosialisasikan diri secara langsung kami menilai itu telah melanggar aturan.

"Apalagi kita ketahui ada empat orang ASN yang mau maju dan kami sudah panggil dan prosesnya sudah diteruskan ke KSN agar perhatikan ASN tersebut. Andaikan memang ASN itu maju, maka harus diberhentikan dan proses ini masih berlanjut di KSN dan kami menunggu KSN," urainya.

Karena menurutnya, dalam tahapan selanjutnya dari Bawaslu sudah menuju ke KSN pusat.

Dikatakan Ketua Bawaslu, dari empat orang ASN yang maju bakal pasangan calon, yakni dari perseorangan dua orang dan ASN yang berpasangan dengan petahana Markum.

"Mereka yang maju ini semua sudah ditangani oleh Bawaslu, selanjutnya kita menunggu keputusan KSN," tandasnya.

Kita sudah memanggil ASN-ASN teraebut sejak Desember 2019 hingga Januari, Februari tahun ini. MP- Frida Fodju /Arief Nugroho

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top