PITER GUSBAGER : TUGAS MULIA PEMIMPIN DAERAH MELAYANI MASYARAKAT
0 Komentar 1353 pembaca

PITER GUSBAGER : TUGAS MULIA PEMIMPIN DAERAH MELAYANI MASYARAKAT

Daerah

Keerom, MajalahPerwira -  Tepat 30 Juli 2020, setahun sudah berjalan, perjuangan masyarakat Keerom agar memiliki seorang wakil bupati (wabup) di Pemerintahan Keerom akhirnya terwujud..

Setelah melalui perjuangan yang panjang akhirnya Gubernur Papua Lukas Enembe SIP, MH atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melantik dan mengambil sumpah Piter Gusbager SHut, MUP sebagai Wabup Keerom sisa asa jabatan eriode 2016 - 2021, di Gedung Negara Dok V Jayapura, Selasa (30/7/2019).

Apa makna waktu satu tahun bagi seorang wabup, Piter mengemukakan bahwa waktu satu tahun terasa pendek baginya. Karena beragam tugas, tantangan, persoalan dan pelayanan yang harus dilakukan oleh seorang wabup.

‘’Makna satu tahun usia yang terasa singkat, saya tidak menyangka ini sudah satu tahun, ini menandakan bahwa hari penuh dengan tantangan, persoalan dan harus diisi dengan pelayanan. Kepala daerah adalah tugas yang sangat mulia,"kata Piter di Swiss-BelHotel Jayapura, Rabu, (29/7/2020).

Pertama, kata dia, karena mengemban tugas kenegaraan, yakni suatu tugas bangsa yang sangat luhur dan mulia, sehingga jangan disia-siakan.

"Berikan secara maksimal kebaikan yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat, dan tugas ini melekat pada seorang kepala negara yang dilimpahkan kewenangannya secara berjenjang dari presiden dan wakil presiden, gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wabup,’’ujarnya.

Sedangkan menyangkut Keerom, ia merasa bahwa sebagai kawasan perbatasan maka tugas utama menjaga stabilitas kawasan perbatasan.

‘’Di keerom ada pos-pos TNI penjaga perbatasan, ini berarti dalam strategi pemerintah bahwa wilayah perbatasan adalah wilayah tertib hankam, bukan semata-mata tertib sipil. Maka stabilitas daerah ini sangat penting karena juga sebagai stabilitas negara,’’lanjutnya.

Tak heran dengan semangat tersebut, Piter Gusbager memandang bahwa salah satu upaya menjaga stabilitas Keerom adalah adalah pelayanan publik/masyarakat yang baik. Maka peran ASN (aparat sipil negara) sebagai nafas pelayanan pemerintahan harus baik, karena baginya pelayanan bila tak dibenahi maka tujuan hadirnya pemerintah sebagai pelayanan kepada masyarakat tak akan tercapai. Hal ini pula yang mendasarinya untuk melakukan perhatian pertama adalah pelayanan publik, khususnya bidang kesehatan.

Ia berharap, pelayanan kesehatan lebih mengedepankan aspek kemanusiaan ketimbang aspek administrasi. Sayang dirinya menyadari ternyata ada masalah pelik yang ada di dinas kesehatan (dinkes). Hal ini bahkan disampaikan langsung para tenaga kesehatan (nakes) dalam beberapa kali kesempatan menyampaikan aspirasi, bahkan hingga aksi mogok kerja sebagian, pemalangan dinkes, tuntutan insentif, dan lain sebagainya.

"Kami berusaha membenahi hal ini, namun ternyata tak maksimal, karena sepertinya dinkes seperti menjadi terlindungi. Namun saya menyadari itu adalah pilihan mereka. Bagian saya adalah bagaimana mencoba secara maksimal membenahi. Di luar itu adalah pilihan pimpinan daerah dan itu adalah di luar kemampuan seorang wakil bupati,’’ungkap dia.

Selain ituz ia melihat banyak SKPD (satuan kerja perangkat daerah) yang dalam kerjanya auh dari RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Kabupaten Keerom 2016-2021, keluar dari visi dan misi bupati dan wabup 2016-2021. Hal ini menurutnya, akan menyulitkan bupati/wabup dalam melakukan pertanggungjawaban di akhir periode, karena RPJM akan menjadi patokan dalam pertanggungjawaban tersebut.

‘’Ini yang seharusnya menjadi perhatian bagi kita pihak terkait, kepala daerah, wakil kepala daerah, Bappeda, TAPD, DPRD, kita bisa cepat melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang ada dalam RPJMD,’’ujarnya.

Piter mengakui, sebagai wabup atas kondisi yang ada tidak bisa berbuat lebih banyak karena menyangkut keputusan-keputusan pemerintah semua ada di tangan Blbupati selaku pimpinan daerah. Maka ia menyadari upaya untuk melakukan pembenahan di SKPD/OPD dan dirinya akan berusaha sebisanya dan semaksimal yang ia bisa lakukan.

Melakukan pembenahan di SKPD mungkin sulit, tak heran seorang Piter Gusbager memilih untuk langsung turun ke masyarakat dan mencoba melakukan apa yang langsung bisa dilakukannya untuk membantu masyarakat. Yakni langsung melalui Wabup Keerom, bukan melalui SKPD atau OPD teknis.

Pada beberapa kesempatan, Piter Gusbager bersama istri Ny Yani Gusbager terlihat langsung bersama masyarakat untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Tak heran pada satu kesempatan ia berada di kelompok petani buah semangka atau melon, dalam kesempatan lain ia pun nampak bersama petani sawah, bersama peternak sapi, peternak ayam dan lainnya.

Bahkan Wabup Keerom ini tak jarang menemui pedagang pasar mama-mama Papua penjual pinang, sayur, bahkan turun bertemu dengan para tukang ojek jugabl daro beragam profesi lain.

Saat melakukan kunjungan tersebut, bahkan tak segan-segan, Piter Gusbager bersama Ny Yani Gusbager memberikan bantuan karena keluhan mereka tentang sulitnya mencari pupuk, bibit, kesulitan pemasaran, dan lain sebagainya. Bahkan tak jarang ia membeli langsung hasil pertanian atau kebun dari petani.

Pada sebuah kunjungan dalam rangka sosialisasi pencegahan penularan covid-19 di masyarakat, Piter Gusbager bahkan tak segan membantu memasangkan masker kepada para orang tua / manula maupun kepada anak-anak yang kesulitan.

Tak heran respons positif masyarakat pun muncul terhadap Piter Gusabger dan istri. Salah satunya yang disampaikan petani dari Skanto, Agus. Menurutnya, apa yang dilakukan Piter Gusbager pada masyarakat adalah bagaikan satu oase (telaga jernih) di tengah padang pasir.

‘’Kami sangat merindukan ada pemimpin yang seperti bapak Piter Gusbager. Tidak banyak pemimpin memiliki karakter seperti pak Piter Gusbager. Maka kita sebagai masyarakat Keerom merasa senang dan bangga memiliki pemimpin seperti beliau. Pak Piter Gusbager semoga amanah tersebut bisa berlanjut dan dilaksanakan dengan baik olehnya,’’ terang Agus memdoakan Piter Gusbager menjadi pemimpin di Kabupatem Keerom.

Respons dan sambutan positif tersebut tak jarang diwujudkan dengan meminta dan mengangkat Piter Gusbager sebagai anggota kehormatan, warga kehormatan atau istilah-istilah lain. Di antaranya ada dari Paguyuban Kawanua, Paguyuban Jawa Kristen, Lamaholot, Timor, Keluarga Batak di Keerom, Ikemal, juga organisasi Islam terbesar di Papua dan Indonesia, yaitu GP Anshor langsung dari Gus Yakub selaku ketua umum.

Bahkan Piter Gusbager yang berlatar belakang beragama Katholikbjuga mendapat gelar warga kehormatan dari warga GKI yang notebene adalah Kristen Protestan.
Kepercayaan serupa pun diterima Piter Gusbager di beberapa organisasi penting di Keerom.

Di antaranya sebagai Ketua KONI Keerom, Ketua Harian KPA Daerah Keerom, Ketua KNPI dan caretaker Ketua KNPI dari dua versi KNPI yang ada, Ketua PMI Keerom, Ketua Dewan Penasehat FKUB Keerom dan tugas pelayanan sosial lainnya.

"Soal pesan dan kesan menjadi wabup selama setahun ini, saya sangat berkesan dan patut menyampaikan terimakasih atas penerimaan masyarakat Keerom terhadap saya selama satu tahun ini. Kepada semua pihak, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, TNI-Polri, media, dan pihak lainnya., mereka semua yang membuat saya mampu untuk memikul amanat yang berat dan mulia ini,’’ujarnya dengan nada terharu.

Atas respons positif masyarakat tersebut, partai politik yang ada di Keerom pun memberikan apresiasi. Apalagi tahun ini Keerom pun akan menjadi 1 dari 11 kabupaten/kota di Papua yang bakal menggelar pemilihan kepala daerah. Tak heran beberapa partai pun sudah menjajaki untuk mengusung calon dan masyarakat telah memintanya untuk maju sebagai bupati Keerom periode berikut.

Tarcatat ada Partai Golkar, NasDem dan PDIP yang telah terbuka menyampaikan akan mengusung putra asli Keerom tersebut untuk maju sebagai calon bupati. Sementara beberapa partai lain meski agak malu-malu menyatakan sikap serupa.

Atas hal ini, alumnus S1 Unipa jurusan Kehutanan dan peraih gelar Master Urban Planning (S2) dari Melbourne University, Australia, ini memilih bersikap rendah hati dan untuk berhati-hati menjawab hal tersebut.

‘’Bagi saya, adalah ini adalah tanda bahwa rakyat mencintai saya, karena saya lebih dulu memberikan cinta kepada masyarakat dan saya pikir permintaan masyarakat untuk saya maju sebagai calon alternatif untuk Keerom, karena saya lihat hari ini masyarakat inginkan perubahan, dan orang Keerom semua inginkan perubahan kecuali pembohong. Karena pembohong pasti tidak jujur. Kalau masyarakat Keerom yang mencintai Keerom kalau di survei pasti inginkan perubahan,’’ucap Piter Gusbager.

Kenapa perubahan, karena dari hasil survei dari sebuah lembaga survei ternama di Indonesia menyebut bahwa 80 persen infrastruktur jalan dan jembatan di Keerom rusak. Hal ini menjadi masalah utama di Keerom, dan ini sudah menjadi masalah yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Pertanyaannya, selama ini anggaran lima tahun terakhir itu kemana, bahkan Keerom sampai memiliki hutang pinjaman di Bank Papua sebesar Rp 200 miliar perbaikan itu kemana.

Dengan niat yang sama yaitu untuk melakukan perubahan maka Piter mengemukakan semangat itu yang akan ia bawa untuk Keerom ke depan.‘’Karena kitong mau perubahan,’’pungkasnya. MP-Arief Nugroho 

 

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top