PANIC BUYING, HILANG AKAL SEHAT DAN RASA KEMANUSIAAN
0 Komentar 1584 pembaca

PANIC BUYING, HILANG AKAL SEHAT DAN RASA KEMANUSIAAN

Opini

Jakarta, MajalahPerwira - Pandemik Cavid-19 yang makin hari makin meluas penyebarannya di negeri tercinta ini membuat orang panik. Berbagai tindakan yang tidak masuk akal dilakukan, seperti belanja besar-besaran (panic buying).

Dari video yang beredar di media sosial terlihat ibu-ibu rumah tangga masing-masing belanja sampai tiga trolli. Padahal ia bukan pedagang.

Rasa ketakutan luar biasa mengikis akal sehatnya. Tindakan itu membuat supermarket dan swalayan kehabisan stok. Kasihan orang-orang kecil yang mungkin hanya butuh sembako sekadar untuk kebutuhan hari itu, tidak mendapatkan barang yang dicari karena sudah diborong habis.

Ada pula video orang beli baso sampai berkantong-kantong. Katanya untuk stok jika terjadi lock down. Bakso dan kuah dimasukkan ke freezer. Dipanaskan saat akan dimakan. Waduh! Makanan yang biasa dimakan fresh kemudian tanpa prosedur kesehatan dijadikan makanan beku. Dibekukan sendiri dengan pengetahuan yang seadanya.

Ada hal yang lebih menyedihkan lagi, tindakan panic buying terhadap beberapa komponen proteksi kesehatan, seperti hand sanitizer dan masker. Ada yang menimbun masker dan sanitizer sampai berkardus-kardus dengan alasan bermacam+macam. Seperti sudah dipesan. Orang tinggal distribusi saja, untuk dibagi pada keluarga, untuk stok dipakai sendiri.

Sekali lagi panic buying membuat manusia kehilangan akal sehat. Mereka tidak berpikir jika memborong komponen tersebut untuk keselamatan sendiri sementara yang positif terpapar virus tidak mendapatkan, siapa yang bisa menjamin keadaan tidak makin kacau?

Selain kehilangan akal sehat, orang juga kehilangan rasa kemanusiaan. Coba bayangkan, makin banyak yang berguguran terutama tenaga kesehatan sementara yang lain malah menimbun barang yang sangat dibutuhkan para korban.

Seorang netizen menyampaikan melalui video singkat di IGTV. Banyak tenaga medis terpapar wabah mematikan ini karena minimnya alat yang dapat melindungi mereka. Mereka menangani suspect dengan perlengkapan seadanya. Malah sudah ada beberapa yang meninggal. Kasihan sekali. Andai saja para penimbun itu memiliki rasa kasihan, rasa kemanusiaan dan rasa peduli, tentu hal seperti itu takkan terjadi.

Melalui tulisan ini saya mengajak pembaca untuk tidak ikut melakukan panic buying. Semua orang cemas dan takut dengan kondisi ini, tapi logika tetap harus dipakai. Melakukan panic buying tidak akan memperbaiki keadaan jika tetap berkeliaran di luar rumah, nongkrong bareng, jalan-jalan ke mall, dan mengunjungi tempat wisata. Mari disiplinkan diri masing-masing dan bersabar untuk tetap di rumah hingga keadaan membaik. Jika harus keluar rumah, ikuti anjuran tenaga kesehatan yaitu memakai pengaman dan mengatur jarak dengan orang-orang. (*)


Younitha Zakir
(Penulis di Gurusiana)

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top