TRIMEDYA PANJAITAN: TEPAT, JOKOWI TEMPATKAN PRABOWO SEBAGAI MENHAN
0 Komentar 2501 pembaca

TRIMEDYA PANJAITAN: TEPAT, JOKOWI TEMPATKAN PRABOWO SEBAGAI MENHAN

Politik

Jakarta, MajalahPerwira - Politisi PDIP Trimedya Panjaitan menilai, hasil survei Indo Barometer yang menempatkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebagai menteri terpopuler sekaligus menteri dengan kinerja terbaik membuktikan Presiden Jokowi tidak salah dalam memilih para pembantunya.

Hal tersebut disampaikan Trimedya kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (17/2/2020).

"Ya kan bagus itu, ya nanti kan kalau kabinet ini berhasil yang punya nama Pak Jokowi, kalau kabinet ini kerjanya tak bagus ya jelek Pak Jokowi, dan kita senang kerja Pak Prabowo bagus dan berarti Pak Jokowi selalu yang tepat the right man and the right place," katanya.

Menurut Trimedya, hasil survei tersebut, sekaligus menjawab keraguan berbagai pihak tentang kompetensi Prabowo sebagai Menhan.

"Pak Jokowi menempatkan orang yang benar, Pak Prabowo jadi Menteri Pertahanan gitu. Kan terjawab pelan-pelan keraguan yang selama ini ada.

Anggota Komisi III DPR RI ini pun berharap, Prabowo dapat mempertahankan eksistensinya sebagai Menhan hingga tahun keempat Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

"Mudah-mudahan ini sampai tahun keempat. Kalau sudah tahun keempat ke lima kan turbulensi politiknya tinggi nanti," tukasnya.

Kinerja Wapres Maruf Amin

Terkait survei Indo Barometer yang menyatakan, kinerja Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin rendah, anggota DPR RI asal Dapil Sumut 2 tersebut, menyatakan, hal tersebut tidaklah terlalu penting lantaran yang menjadi Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan adalah Presiden Jokowi.

"Loh, kan Pak Jokowi memang presiden, dia yang harus, ya memang beliau yang dijual kan. Pak Jokowi yang dijual dan kalau bagus pemerintahan ini Pak Jokowi dipuji, kalau enggak bagus kan Pak Jokowi juga yang dihujat," jelasnya.

Namun, lanjut Trimedya, tentunya pada saat menunjuk Maruf Amin sebagai Wapres tentunya Presiden Jokowi telah mempertimbangkan berbagai aspek, terutama aspek sosiologis dan budaya.

"Jadi, dan tentukah pada saat Pak Jokowi menentukan Pak Maruf sebagai wapres sudah ada pertimbangan-pertimbangan sosiologis politis budaya yang diambil," ucapnya.

Kalau yang dipahami, kata Trimedya, pemilihan Maruf Amin sebagai Wapres lebih didasari kepentingan menjaga pluralisme di Indonesia.

"Menjaga keberagaman ini. Bersinergi dengan tokoh-tokoh agama, kemudian ekonomi syariah segala macam. Kan perannya lebih kepada di sana, sehingga intoleransi yang ada di kita ini bisa menjadi turun ke angka yang paling rendah," tuturnya.

Mengenai opini Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai oposisi yang menyatakan, rendahnya kinerja Wapres Maruf Amin lantaran dirinya jarang turun ke bawah, Trimedya berpendapat, hal tersebut tidaklah tepat.

"Tidak jugalah. Pak Maruf kan jalan terus, hanya kan bisa saja kurang terpublikasi. Tidak mungkin wapres di kantor terus, meram. Dan jangan diragukan fisik beliau. Kan orang mengaitkan sering muncul itu dia sakit, hasil waktu menjadi cawapres itu kondisi kesehatan nya, baik, dan dia belum ada pantangan," pungkasnya. MP-RON

 

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top