NASIM KHAN: PEMBENTUKAN PANSUS JIWASRAYA SANGAT PERLU
0 Komentar 1551 pembaca

NASIM KHAN: PEMBENTUKAN PANSUS JIWASRAYA SANGAT PERLU

Parlemen

Jakarta, MajalahPerwira - Setelah Polemik gagal bayar Asuransi Jiwasraya yang semakin membengkak dari Rp802 miliar pada Oktober 2018 menjadi Rp12,4 triliun pada akhir 2019, kini terungkap lagi kasus Yayasan Asuransi ABRI (Asabri) yang mulai banyak dibicarakan publik.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD bicara soal dugaan kasus korupsi di Asabri.

Mahfud menduga korupsi di Asabri hingga Rp10 triliun dari yayasan yang dikumpulkan dari para prajurit TNI itu.

"Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya. Di atas Rp10 triliun itu," kata Mahfud akhir pekan lalu.

Menanggapi persoalan itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan menilai, polemik gagal bayar Asuransi Jiwasraya dan dugaan korupsi di Asabri memang perlu dibentuk Panitia Khusus (Pansus) oleh DPR.

"Ini pendapat pribadi saya, menurut saya, harus dipansuskan bersama dengan kemitraan terkait semuanya, kita bersama (komisi VI dan XI) untuk mempansuskan persoalan Jiwasraya, Asabri. Nah ini harus semua ya (kasus Jiwasraya, Asabri dan Bumiputera).

Semua itu, kata Nasim lantaran, kerugian Asabri telah ditaksir mencapai Rp10 triliun, nilai yang hampir sama dengan Asuransi Jiwasraya dan Bank Bumiputera.

"Karena Asabri kan juga sudah ditemukan datanya, kerugiannya mencapai berapa triliun itu, 10 Triliun kan. Nah termasuk jiwasraya. Bumpitera dan lainnya harus dipansuskan," kata Nasim Khan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (13/1/2020).

Pembentukan Pansus, lanjut Nasim, bertujuan untuk menjaga marwah dan kepercayaan bisnis keuangan di Indonesia di mata dunia dan juga untuk mencegah peristiwa serupa terjadi kembali di kemudian hari.

"Kita juga (ingin) menjaga marwah, wibawa bangsa kita, pemerintahan kita. Karena ini banyak investor, investasi dari asing," tegasnya.

Nasim berpendapat, apabila kepercayaan dari dunia internasional sudah luntur, maka hal tersebut akan berdampak pada perusahaan-perusahaan BUMN khususnya yang bergerak pada sektor perbankan dan asuransi.

"Kalau kepercayaan kita di internasional sudah tidak ada. Apalagi di nasional kita dan ini akan berefek pada seluruh perusahaan-perusahaan BUMN, Khususnya pada banking, insurance," sambungnya.

Apalagi, lanjut Kapoksi Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB ini, Kerugian gagal bayar asuransi Jiwasraya, Asabri dan Bumiputera lebih besar dari kerugian Bank Century yang mencapai Rp6,7 triliun.

"Ini lebih besar ternyata dari Century, yang selama ini didiamkan ya kan," ungkapnya.

Wakil rakyat asal Dapil Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur itu berharap, agar semua institusi yang berwenang menangani perusahaan asuransi maupun produk asuransi yang dikeluarkan Jiwasraya, Asabri dan Bumiputera bisa lebih pro aktif.

"Jadi OJK dan lembaga lainnya harus berperan serta dengan maksimal. Semoga ini bisa secepatnya ditindaklanjuti kedepannya. Ini bukan hanya jiwasraya ya," tegas Nasim Khan.

Nasim juga menghimbau, agar para aparat penegak hukum dapat terus memantau perkembangan kasus ini.

"Dan untuk proses yang sudah berjalan dari pihak Kejaksaan, KPK maupun BPK, semuanya harus terus memantau, menyelidiki dan menyelesaikan kasus itu semuanya (Jiwasraya, Asabri dan Bumputera)," sambung Nasim.

Nasim menyatakan, seandainya nanti DPR RI telah resmi membentuk Pansus, maka hasil-hasil penyelidikan dan laporan dari instansi-instansi yang berwenang itu bisa disinergikan dengan Pansus guna mengungkap permasalahan tersebut dengan tuntas dan bisa menjadi terang benderang.

"Seandainya nanti Pansus dilakukan, bisa sinergi dengan hasil hasil yang klop gitu kan," sarannya.

Selain mensinergikan hasil penyelidikan dan laporan dari instansi-instansi yang berwenang, Nasim juga berharap, semua pihak yang terlibat atau menikmati aliran dana hitam dari Jiwasraya, Asabri dan Bumiputera juga diperiksa.

"Semua pihak, baik direksi dan semua pihak terkait yang dalam permasalahan ini harus benar benar diperiksa," tutupnya. MP-RON

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top