PRESIDEN LSM LIRA, HM. JUSUF RIZAL DAN SEKJEN SOSIALISASIKAN “VISI 2020 LSM LIRA” KE SUMUT
0 Komentar 1138 pembaca

PRESIDEN LSM LIRA, HM. JUSUF RIZAL DAN SEKJEN SOSIALISASIKAN “VISI 2020 LSM LIRA” KE SUMUT

Daerah

Jakarta, MajalahPerwira —- Setelah konsolidasi ke Kalimantan Timur, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), HM. Jusuf Rizal didampingi Sekjen DPP LSM LIRA, Mustakim Ishak, kini konsolidasi ke Sumatera Utara. Konsolidasi dalam rangka mensosialisasikan program “Visi 2020 LSM LIRA” serta Pelaporan bagi pihak yang memakai Logo LIRA diluar peruntukannya.

Kepada media di Jakarta Pria yang juga Pendiri LSM LIRA itu menyebutkan “Visi 2020 LSM LIRA” yang kini disosialisasikan adalah “Profesional, Modern dan Mandiri”. Bahwa era digital pada era revolusi industri 4.0, setiap organisasi perlu mengkonsolidasikan diri agar tidak tergilas oleh perubahan, kemajuan dan perkembangan yang sangat dinamis dan cepat

“Untuk itu dengan “VISI 2020 LSM LIRA” ini seluruh Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Lurah hingga Kepala Desa LSM LIRA maupun Para Pengurus dan Lembaga Sayap Organisasi (LSO) harus meningkatkan kemampuannya secara profesional, modern dan mandiri. Ketiga hal itu mutlak dibutuhkan,” tegas Jusuf Rizal yang juga Ketua Presidium Relawan Jokowi-KH.Ma’ruf Amin The President Center itu.

Dikatakan tuntutan pengelolaan organisasi secara Profesional agar setiap Pengurus memiliki standarisasi pengelolaan program yang terukur. Setiap Gubernur, Bupati, Walikota, maupun LSO diharuskan memiliki program minimal dua program utama setiap tahun selain program rutin. Ini bertujuan membangun eksistensi LSM LIRA di Masyarakat, mitra dan pemerintah.

Pengelolaan Program juga harus dilakukan secara modern dengan memanfaatkan kemajuan tehnologi di era revolusi industri 4.0. Bisa bersinergi dengan kaum millenial, mahasiswa, pemuda maupun instansi pemerintah, ormas, NGO, media maupun perusahaan swasta dan BUMN. Ditengah kemajuan tehnologi digital banyak peluang membuat program yang modern serta dapatvdisinergikan dengan berbagai pihak.

Kemudian program harus dikelola dengan mandiri. Program yang baik bila dikelola secara Profesional dan Modern pasti dapat dijalankan secara mandiri melalui dukungan berbagai pihak. Dengan rekam jejak LSM LIRA yang sudah terukur, terbukti dan dirasakan masyarakat, tidak sulit bekerjasama guna memperoleh dukungan. Apalagi LIRA adalah satu-satunya LSM dengan Rekor Muri.

“VISI 2020 LSM LIRA” merupakan program penguatan fundamental organisasi LSM LIRA setelah sempat digoyah oleh kelompok yang mendirikan Perkumpulan LIRA dengan memalsu tanda tangan Dewan Pendiri LSM LIRA guna membuat organisasi baru dengan memakai nama, logo dan atribut yang sama milik LSM LIRA.

Setelah Sertifikat Merek Logo LIRA diterbitkan Dirjen HAKI Kemenkumham Republik Indonesia kepada HM. Jusuf Rizal (LSM LIRA) di Kelas 45, yang peruntukannya untuk digunakan pada aktivitas ormas/LSM penggiat anti korupsi dan bela negara, maka tidak boleh ada lagi pihak lain yang menggunakannya. Itu pelanggaran UU dan dapat dipidana.

“Memang Menkumham pernah menerbitkan Sertifikat Merek Logo yang sama seperti Logo LIRA, tapi peruntukannya untuk kegiatan Survey dan Public Relation di Kelas 35. Sepanjang beda kelas dan sesuai peruntukannya itu sah dan dilindungi UU. Tapi jika Pemilik Logo LIRA di Kelas 35 memakai Logo LIRA diluar peruntukannya, itu pelanggaran. Kami akan proses hukum,” tegas pria berdarah Madura-Batak yang juga menjabat Sekjen Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) itu. MP-RED

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top