MENHAN: KITA HARUS MANDIRI DI BIDANG PERTAHANAN
0 Komentar 1362 pembaca

MENHAN: KITA HARUS MANDIRI DI BIDANG PERTAHANAN

Keamanan

Jakarta, MajalahPerwira - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia harus mandiri di bidang pertahanan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (11/11/2019) usai mengikuti Rapat Kerja (Raker) perdana dengan Komisi I DPR RI.

"Tadi kita membahas mendalam tentang industri pertahanan. Bagaimana kita bisa mandiri di bidang pertahanan. Kita sangat optimis melihat langkah-langkah ke depan. Saya kira ini suatu awal kerjasama yang baik," katanya.

Prabowo mengatakan, dirinya puas dengan Komisi I DPR RI dan berjanji akan mengundang Komisi I DPR RI dalam setiap kegiatan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

"Saya berterima kasih dengan Komisi I. Saya juga puas. Saya juga akan mengundang Komisi I untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan Kemenhan di bulan-bulan yang akan datang," ujarnya.

Prabowo juga berterima kasih atas atensi Komisi I DPR RI dalam masalah pertahanan negara.

"Saya sangat berterima kasih Komisi I sangat tanggap, pro aktif memikirkan masalah pertahanan negara," ucapnya.

Lebih lanjut mantan Danjen Kopassus tersebut menilai, perlunya kerjasama antar lembaga di pemerintahan mengenai masalah postur pertahanan dan hakekat ancaman.

"Kita adakan pembahasan yang cukup mendalam tentang postur pertahanan, hakekat ancaman yang akan kira rumuskan bersama lembaga-lembaga lain di pemerintahan sebagai contoh dengan BIN, BAIS, Kepolisian, Kemenlu, Kemendagri," jelasnya.

Prabowo juga mengungkapkan, Kemenhan bersama Komisi I DPR RI tengah mempersiapkan doktrin, strategi, serta, konsepsi pertahanan Indonesia.

"Jadi segera bulan Desember ini sedapatnya kita rumuskan dan mutakhirkan doktrin pertahanan kita,strategi pertahanan kita, dan konsepsi gelar pertahanan kita. Dan pada saatnya nanti bulan Januari kita akan mempresentasikan kepada Presiden," terangnya.

Pertahanan Semesta

Terkait doktrin pertahanan semesta yang selama ini dianut oleh militer Indonesia, putra sulung begawan ekonomi Indonesia Soemitro Djojohadikusumo ini berpendapat, doktrin tersebut masih relevan diimplemantasikan hingga saat ini.

"Ini sudah lama kan, konsep kita dari dulu memang demikian. Dari tahun 1945, 1950-an, jadi sudah teruji oleh sejarah. Tinggal kita mutakhirkan, kita modernisasikan. Kita sesuaikan dengan kondisi kita saat ini," ungkapnya.

Komponen Cadangan

Ketika disinggung mengenai komponen cadangan, Prabowo mengaku, dirinya akan mengikutsertakan para kaum intelektual dalam komponen cadangan pertahanan Indonesia.

"Tentunya kita harus ikut sertakan karena dalam komponen cadangan itu juga menyangkut pembentukan kekuatan-kekuatan cadangan kita yang akan mengandalkan kekuatan rakyat. Terutama para golongan terdidik S1, S2, S3, serta para mahasiswa," tegasnya.

Namun, Prabowo menolak apabila dikatakan komponen cadangan ini mirip seperti pasukan cadangan yang dimiliki Korea Selatan dan Singapura.

"Saya kira dalam UU kita tidak mengatur ke situ tapi lebih kepada komponen cadangan (deserve component)," tandasnya. MP-RON

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top