MAGIBUNG, TRADISI MAKAN BERSAMA DI BALI
0 Komentar 1133 pembaca

MAGIBUNG, TRADISI MAKAN BERSAMA DI BALI

Sosial & Budaya

Bangli, MajalahPerwira - Bila di Sumatera Barat ada tradisi makan Bajamba, yaitu duduk lesehan bersama dalam satu ruangan, maka di Bali pun seperti di Desa Sala Abuan Bangli ada tradisi seperti itu yang dinamakan Megibung.

"Megibung adalah acara makan bersama sembari duduk lesehan untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan," jelas Bendesa Adat Desa Sala Abuan, Ir I Ketut Kayana ketika menjamu makan wartawan dari Korea Selatan dan PWI Pusat serta PWI Bali, Minggu, (3/11/2019).

Kegiatan makan bersama ini, lanjut Ketut Kayana, dijalankan oleh masyarakat dengan saling berbagi tanpa memandang latar belakang seseorang. Tradisi Megibung ini biasanya diselenggarakan  saat ada upacara adat dan keagamaan di pulau Bali. 

"Saat acara Megibung berlangsung, orang-orang duduk dan makan bersama, saling berbagi satu dengan lainnya sembari berdiskusi dan menjalin tali persaudaraan," ucap Bendesa Adat Desa Sala Abuan.

Megibung berasal dari kata "gibung" yang mendapat awalan me-(melakukan suatu kegiatan). Gibung berarti kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang bersama-sama. 

Hadir dalam acara Magibung tersebut, tokoh desa adat yang biasa disebut Penglingsir, Guru Labda (tokoh spiritual), Pemangku( Pinandita), Prajuru (pemimpin /pengurus Desa Adat Sala), Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi didampingi 2 Direktur CAJ PWI Bob Iskandar dan Dar Edi Yoga, serta para pengurus PWI Bali. MP-OGA

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top