MOI: MEDIA HARUS IKUT TANGKAL PENYEBARAN HOAKS DAN RADIKALISME
0 Komentar 1105 pembaca

MOI: MEDIA HARUS IKUT TANGKAL PENYEBARAN HOAKS DAN RADIKALISME

Nasional

Bekasi, MajalahPerwira — Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) yang beranggotakan lebih dari 300 media online diseluruh Indonesia menyatakan media-media di Indonesia harus ikut menangkal penyebaran informasi Hoaks, Radikalisme dan Intoleransi yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita perlu menjaga bangsa ini agar tidak terkoyak-koyak oleh paham radikal dan intoleransi yang dapat menghambat pembangunan bangsa, kedamaian dan ketahanan bangsa. Jangan sampai ulah oknum-oknum yang mengatasnamakan agama dan kepentingan kelompoknya, keberagaman bangsa ini dikorbankan,” tegas Sekjen Perkumpulan MOI, HM. Jusuf Rizal kepada media di Bekasi, Jawa Barat.

Sikap MOI tersebut disampaikan Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA menjawab pertanyaan media menyikapi gencarnya pemerintah melawan radikalisme, seusai melantik pengurus DPD LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kabupaten Bekasi dan Launching “LIRA TV” yang menggunakan channel YouTube.

Menurutnya peningkatan paham Radikalisme dan Intoleransi di Indonesia terjadi pasca Pilkada 2014 DKI dan Pilpres 2019. Itu turut diperluas oleh adanya penyebaran berita bohong (Hoaks) melalui berbagai media, termasuk media sosial. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga Pilpres 2024.

“Untuk itu MOI menghimbau media agar ikut berperan aktif menangkal pemberitaan yang menyuburkan paham radikal dan intoleransi. Pemerintahan yang sah Presiden Jokowi-KH.Maruf Amin perlu didukung agar dapat membangun Indonesia lebih maju lagi. Jika dirongrong terus, bangsa ini akan rugi,” tegas pria Wakil Ketum KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) itu

Menurutnya saat ini, sebagian kelompok dan oknum ada yang mengatasnamakan agama ingin menjadikan Indonesia menjadi negara Agama. Sebagian lagi ada yang mau mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi baru. Ini yang menyuburkan paham radikalisme dan intoleransi. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena akan menjadi ancaman perpecahan bangsa yang telah diikrarkan Pemuda dengan Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia.

Selain menghimbau media-media di Indonesia turut memerangi penyebaran Hoaks, Radikalisme dan Intoleransi, Jusuf Rizal menilai sikap tegas pemerintah menindak siapapun yang memprovokasi tumbuhnya radikalisme sudah tepat. Jangan sampai atas nama agama bangsa ini jadi porak poranda.

“Agama Islam itu tidak radikal. Islam itu menghargai perbedaan. Yang membuat radikal adalah oknum-oknum dan kelompok tertentu yang memiliki agenda politik dengan menjadikan agama sebagai kuda tunggangan. Indonesia kuat karena heterogenitas, bukan homogenitas,” tutur pria berdarah Madura-Batak keder NU itu.

Menurut catatan redaksi Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) didirikan 21 September 2018 dengan Ketua Umum Rudi Sembiring Meliala dan Sekjen HM. Jusuf Rizal. Dalam rangka Rakernas dan HUT Pertama, MOI akan melaksanakan Seminar dan Deklarasi "Indonesia Kuat Tanpa Hoaks, Radikalisme dan Intoleransi", 20-21 November 2019 di Gedung Konvention Hall Kemensos Kalibata, Jaksel. Diagendakan Presiden RI, Jokowi hadir. MP-RED

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top