KETUA KOMISI I DPR RI MENGAKU TIDAK BERMASALAH BERMITRA DENGAN PRABOWO SUBIANTO
0 Komentar 1262 pembaca

KETUA KOMISI I DPR RI MENGAKU TIDAK BERMASALAH BERMITRA DENGAN PRABOWO SUBIANTO

Parlemen

Jakarta, MajalahPerwira  - Setelah resmi dilantik menjadi Ketua Komisi I Meutya Hafid kepada para awak media mengaku, dirinya tidak mempermasalahkan bermitra dengan Menhan Prabowo Subianto.

Hal tersebut ditegaskan Meutya di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (29/10/2019).

"Kami rasa di komisi 1 tidak ada masalah, karena pemilihan menteri adalah hak prerogatif presiden maka komisi 1 tentu akan bekerja sama dengan baik dengan semua mitra kami termasuk Pak Prabowo mantan capres namun saat ini menjadi Menteri Pertahanan," cetusnya.

Meutya mengatakan, dirinya tidak lagi melihat background dari para mitranya, tapi akan saling menghormati sebagai mitra di Komisi I DPR RI.

"Terhadap Menteri Pertahanan perlakuannya akan sama dengan mitra mitra lainnya. Kritisi juga tetap akan sama pengawasan kami terhadap Kementerian Pertahanan juga akan tetap sama. Kami berharap bisa bekerjasama dengan baik dengan Kementerian Pertahanan dalam hal ini Pak Prabowo," harapnya.

Rencana Ke Depan

Meutya menyatakan, rencana ke depan Komisi I DPR RI yang dipimpinnya adalah akan mencoba memanggil para mitra mereka untuk mengetahui apa yang akan mereka lakukan.

"Rencana-rencana apa yang dilakukan oleh kementerian-kementerian yang cukup strategis yang berada di bawah ini komisi I termasuk tentu Kementerian Pertahanan kita ingin tahu pola ke depan dan juga program-program dari Kementerian Pertahanan kurang lebih seperti apa saja Kementerian komunikasi dan Informatika," urainya.

Meutya mengaku, dirinya menunggu terobosan para mitranya, terutama dari para menteri baru.

"Saya rasa juga karena menterinya baru kita juga akan lihat apakah ada terobosan-terobosan baru yang akan di lakukan oleh menterinya," tukasnya.

Lebih lanjut politisi Golkar tersebut menuturkan, meskipun masih dijabat oleh menteri yang sama, namun Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tetap akan dipanggil untuk menjelaskan rencana mereka ke depannya.

"Kemenlu, Menlu-nya masih sama, tapi semua rencana utama yang paling strategis akan kita panggil untuk melihat dan mendengarkan seperti apa rencana kementerian-kementerian strategis terkait kompetensi yang akan mereka lakukan ke depan," ungkapnya.

Pekerjaan Rumah Yang Belum Rampung

Terkait beberapa pekerjaan rumah (PR) dari anggota DPR RI periode sebelumnya yang belum dapat dirampungkan, Meutya menyebut, di bidang pertahanan kan ada pertama minimum essential force (MEF) yang belum selesai.

"Jadi tahap ketiga kita harapkan bisa selesai periode ini hingga 2024 sehingga pertahanan kita bisa punya efek getaran dan dihormati oleh negara lain," tambahnya.

Selanjutnya, mantan jurnalis televisi tersebut mengungkapkan, PR kedua yang belum dapat dirampungkan tentu industri Pertahanan Nasional.

"Itu menjadi juga salah satu yang kita dorong supaya lebih dapat berkembang kita bisa lebih menjadi mandiri dalam hal alutsista dengan mengedepankan industri Pertahanan Nasional.

Meutya menambahkan, selain kedua hal tersebut yang harus diperhatikan adalah kesejahteraan para prajurit.

"Tentu yang tidak pernah lupa dan pasti harus selalu disebut adalah kesejahteraan prajurit dan lain-lain yang terkait dengan kesejahteraan prajurit termasuk perumahan dan lain-lain," tutupnya. MP-RON

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top