SAMBUT HARI JADI BANGKALAN, DISDIK MINTA KEPALA SEKOLAH TIDAK BEBANI MURID
0 Komentar 1524 pembaca

SAMBUT HARI JADI BANGKALAN, DISDIK MINTA KEPALA SEKOLAH TIDAK BEBANI MURID

Daerah

Bangkalan, MajalahPerwira- Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu Kabupaten yang letak geografisnya berada di Pulau Madura. Kabupaten yang saat ini akrab dijuluki kota Dzikir dan Sholawat, terletak di ujung paling barat Pulau Madura.

Tiga hari kedepan usia Kabupaten Bangkalan akan menyentuh angka 488 tahun. Seperti tahun sebelumnya pemerintahan kabupaten Bangkalan, mengumumkan untuk memakai baju adat khas Madura, yakni Sakera untuk Pria dan Marlena untuk wanita, di hari jadi Bangkalan.

Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, dengan adanya Surat Bupati Bangkalan Nomor : 131/2869/433.011/2019 tentang peringatan hari jadi Bangkalan ke 488, yang tepat pada hari Kamis, 24 Oktober 2019. Dilanjutkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik), menghimbau Ka UPTD SDN dan La UPTD SMPN serta staf PNS, THL, GTT/PTT dan siswa untuk mengenakan baju Khas Madura.

Bertujuan ingin mengenalkan pakaian adat Madura, tak sedikit masyarakat merasa terbebani. Dimulai dari sulitnya menemukan pakaian adat tersebut, hingga melambungnya harga menjadi keresahan wali murid.

"Harganya sekarang melangit, yang biasanya harganya Rp 50.000 - Rp 70.000 sekarang menjadi Rp 250.000. pas apa yang mau dibelikan?" tanya Ibu Hamidah, wali murid asal Kelurahan Demangan Bangkalan.

Ibu paruhbaya tersebut merasa resah, ketiga anaknya yang bersekolah di salah satu SMPN dan SDN yang ada di Bangkalan, semua minta dibelikan pakaian yang katanya sudah ditentukan oleh sekolahnya.

"Sudah carinya sulit, dan harga nya sangat mahal. Jadi saya suruh anak-anak saya suruh gak usah masuk untuk hari Kamis," ungkapnya

Ditempat yang berbeda, Nia warga kelurahan Kemayoran, yang juga salah satu penjual pakaian. Jelaskan bahwa sejak kemarin, banyak konsumennya tanya pakaian adat Madura, jelas dia banyak konsumen yang gak kebagian baju dan solusinya tidak mau masuk sekolah.
"Himbauan dari 1 bulan sebelumnya lah. Masalahnya yang sekolah itu ribuan orang. Dan nyari semua. Kasian yang gak dapet," kata Mahasiswa UTM tersebut

Menanggapi hal tersebut, Mohamad Zainul Qomar, selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Bangkalan, membenarkan pihaknya menyampaikan himbauan terkait hari jadi Bangkalan yang ke 488 tahun.

"Kami himbau pada PNS dan pelaku-pelaku pendidikan untuk menggunakan Baju adat di hari jadi Bangkalan, agar gaung hari jadi bisa sampai ke bawah," paparnya

Lanjut Qomar, sapaan akrabnya, kata dia pihaknya tidak memaksa murid untuk berpakaian seperti yang ada di Himbauan, kata dia pihaknya hanya menghimbau bukan mewajibkan,

"Yaa,.. kami sudah mewanti-wanti kepala sekolah, untuk tidak membebankan murid, kalo tidak punya ya jangan sampai tidak masuk," paparnya kepada Reporter MajalahPerwira.com

Pihaknya mengaku, pernah melakukan pembahasan dengan beberapa pimpinan di kabupaten Bangkalan untuk membuat Perda (Peraturan Daerah) terkait penetapan menggunakan pakaian adat Madura.

"Ini sudah ada pembahasan untuk segera di Perda kan, saya sudah minta bukan hanya satu tahun sekali, tapi kalo bisa setiap tanggal 24 bisa menggunakan baju adat. Ya seperti disurabaya yang sudah jalan," tutupnya.

Reporter : Amir Mahrus

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top