BANYAK PRODUK ILEGAL DILEGO DI LAPAK ONLINE, BPOM PERKETAT PENGAWASAN
0 Komentar 1553 pembaca

BANYAK PRODUK ILEGAL DILEGO DI LAPAK ONLINE, BPOM PERKETAT PENGAWASAN

Kesehatan

Jakarta, MajalahPerwira - Menjamurnya toko online menjadi celah oknum mengedarkan produk obat dan makanan ilegal. Untuk menangkalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meningkatkan pengawasan. 

Pengawasan dilakukan BPOM dengan menjalin kerja sama berbagai situs marketplace, aplikasi dan  Asosiasi e-commerce Indonesia alias Indonesian E-Commerce Association (idEA). Pantauan Aleh, kru Liranews.com beberapa lapak daring itu adalah Tokopedia dan Bukalapak. Untuk aplikasi terdapat Gojek, Grab, Klik Dokter dan Hallodoc. 

“Kami menyamakan kesepakatan. Nanti kami akan membangun suatu mekanisme yang utamanya adalah melindungi masyarakat (dari produk makanan dan obat ilegal). Kita paham sekarang karena e-commerce sudah menjadi bagian dari budaya kita,” ungkap Kepala BPOM Penny K.Lukito dalam konferensi pers di gedung BPOM, Jakarta, kemarin.

Penny menerangkan, ada tiga fungsi yang akan dikembangkan dalam kerja sama. Pertama, skema pengawasan. Marketplace akan didorong menjadi garda terdepan untuk menyaring produk-produk yang diperjualbelikan di situsnya.

Kedua, fungsi pembagian informasi yakni BPOM akan membagikan informasi terkini prihal produk-produk sebagai bentuk kewaspadaan. Dan, ketiga, fungsi edukasi yakni memberikan pendidik salah satunya dalam bentuk iklan, agar marketplace tidak memberikan kebebasan seluas-luasnya pemasaran produk yang klaimnya tidak sesuai atau berlebihan yang dapat membahayakan masyarakat.

 “Saya kira ke sepakatan ini  penting. Karena para pemilik marketplace yang bertanggung jawab pertama ikut terlibat melakukan pengawasan,” imbuhnya. Selain pengawasan, Penny mengungkapkan, BPOM  tengah menyusun rancangan Peraturan BPOM yang mengatur peredaran obat dan makanan secara daring. 

Peraturan itu akan mencakup aspek pencegahan dan penindakan dengan mekanisme business to consumer.  Yaitu pengawasan peredaran obat dan makanan secara daring dari pelaku usaha sampai produk diterima oleh konsumen. 

BPOM akan mewajibkan pemilik situs jual beli menyeleksi produk yang akan dijual dalam kanal belanja  daring. Menurutnya, Indonesia adalah salah satu negara yang mengalami laju pertumbuhan e-commerce terbesar di dunia. Berdasarkan lembaga riset Merchant Machine dari Inggris, Indonesia memimpin dengan pertumbuhan 78 persen pada 2018. Hal itu didorong oleh naiknya jumlah pengguna internet. 

“Berdasarkan riset tersebut, rata-rata masyarakat Indonesia membelanjakan sekitar Rp 3,19 juta per orang per tahun di situs belanja daring. Sementara berdasarkan data Bank Indonesia menyebutkan tahun 2019, jumlah transaksi e-commerce per bulannya mencapai Rp 11-13 triliun,” ungkapnya.

Ketua Bidang Perlindungan Konsumen IDEA Agnes Susanto mengakui pentingnya pengawasan. Menurut dia, penggunaan internet untuk keperluan sehari-hari sudah tidak dapat ter-elakkan. Selain kontrol dari pengelola marketplace juga diperlukan edukasi kepada penjual dan konsumen untuk lebih bertanggung jawab dalam menjual dan memilih produk.

“Edukasi kepada masyarakat penting agar bijak bertransaksi di Internet,” ujar Agnes. Laporan: Aleh - IRSI

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top