JUMARI, IBU ASAL DESA BANANGKAH YANG TERLANTAR DI USIA YANG TAK LAGI MUDA
0 Komentar 1251 pembaca

JUMARI, IBU ASAL DESA BANANGKAH YANG TERLANTAR DI USIA YANG TAK LAGI MUDA

Ragam

Bangkalan, MajalahPerwira- Hidup di usia senja dengan tubuh yang telah ringkih termakan usia, tentu bukanlah perkara yang mudah untuk dilalui. Selain kemampuan secara fisik yang telah menurun seiring bertambahnya umur, kondisi kesehatan pun harus dijaga agar tidak mudah terkena penyakit mematikan. Disini, peran keluarga sangat besar untuk membantu mewujudkan semua hal tersebut.

Namun, hal semcama itu nampak tak bisa dinikmati dengan bebas oleh sosok ibu yang satu ini. Di penghujung usianya yang semakin redup, dia harus berjuang sendirian terombang-ambing kerasnya kehidupan. Yang miris, dirinya yang didera kemiskinan dan hidup sebatang kara karna diusir oleh anak-anaknya terpaksa menumpang hidup ke tetangga di perantauan.

Sosok Ibu yang bernama Jumari tersebut, merupakan seorang wanita paruhbaya  yang berasal dari Desa Banangkah, kec. Burneh, kab. Bangkalan, Jawa Timur. Kemiskinan yang melilitnya di daerah asalnya, membuat ibu paruhbaya tersebut berjualan kopi di daerah alun-alun Bangkalan di masa mudanya.

"Saya pergi dari rumah karena sudah tidak kuat dimusuhi oleh anak saya, saya pergi dari rumah kesini tidak bawa uang 5 rupiah pun". Ungkap Ibu Jumari sambil mengusap air matanya.

" Waktu saya masih muda, saya jualan kopi di alun-alun, dan cari botol-botol bekas dipinggir jalan untuk bisa memenuhi kebutuhan dan bisa memberi ke anak saya. Tapi sekarang saya tak menyangka hidup saya seperti ini (terjemah dari bahasa Madura)."  Lanjutnya.

Hidup terlunta-lunta seorang diri, membuat banyak orang merasa iba terhadap kondisi ibu Jumari. Yuningsih warga asal Kelurahan Kraton Bangkalan,  yang dengan keikhlasannya rela marawat ibu Jumari yang terlantar.

"Dulunya ibu Jumari berjualan kopi di area alun-alun Bangkalan, dan kebetulan ngontrak di samping rumah saya, namun lama di usir oleh tuan rumahnya karena tak sanggup untuk membayar kontrakan". Cerita ibu baik hati itu.

Dia merasa cukup kasian melihat ibu yang diusir dari rumahnya sendiri tersebut, sehingga dia persilahkan ibu berumur senja untuk tinggal dirumah miliknya.

"Dia tidur di teras rumah saya, dia tidak mau untuk tidur didalam, mungkin malu. Dia sudah saya anggap seperti saudara sendiri, kasian litany,” ungkapnya.

"Cucu saya sangat sayang ke dia, kalo ibu Jumari ngilang, cucu saya itu yang cari,” lanjut Yuningsih.

Yuningsih, juga pernah mendatangi rumah anak dari Ibu yang saat ini tinggal di rumahnya tersebut, namun kata dia anak-anaknya malah menyalahkan Ibu Jumari, alasannya ibu Jumari tidak mau mengikuti nasehat yang anak-anaknya sampaikan.

Perlu diketahui sampai saat ini ibu Jumari tetap tinggal bersama Yuningsih di Jl. Maijend Sungkono (Pongkoran), Kelurahan Kraton Bangkalan.

Reporter : Amir Mahrus

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top