KONGRES KOI RICUH, KARENA TIGALISME DI TUBUH PTMSI
0 Komentar 1296 pembaca

KONGRES KOI RICUH, KARENA TIGALISME DI TUBUH PTMSI

Olahraga

Jakarta, MajalahPerwira - Kongres Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tahun 2019 yang berlangsung di hotel Ritz-Carlton Kuningan sedikit diwarnai kericuhan karena salah satu cabor anggotanya, yakni PTMSI, memiliki tiga  kepengurusan PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia). Perwakilan dari ketiga kepengurusan PTMSI ini datang dalam kongres yang dihadiri seluruh anggota KOI ini.

Namun yang diundang oleh KOI sebenarnya hanya satu kepengurusan saja yakni PB. PTMSI pimpinan Lukman Eddy. Sementara PB PTMSI pimpinan Peter Layardi, dan  PP PTMSI pimpinan Komjen Pol (Purn), Oegroseno, SH, MH, tidak diundang.

Karena merasa sebagai Ketua Umum PB PTMSI yang syah, Peter Layardi bersuara kencang dalam kongres yang dihadiri juga oleh mantan Ketua KOI, Erick Thohir ini. Padahal, Peter Layardi tidak diundang. Peter Layardi lakukan protes keras. Dia lakukan interupsi, untuk menyampaikan pendapatnya tentang keabsahannya sebagai anggota resmi KONI.

Peter, ternyata tidak sendirian. Ia membawa serta sejumlah pendukungnya berbadan kekar  mondar-mandir seputar arena membuat suasana agak kacau bagi peserta kongres siang itu. Melihat suasana itu, penyelenggara tidak tinggal diam.

Pihak kepolisian dipanggil untuk menjaga kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa wartawan yang meliput kongres tersebut sebagian menyayangkan mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi dalam kongres yang seharusnya bersih dari kekacauan yang tidak perlu ini.

Peter Layardi , usai peristiwa itu, kepada wartawan  mengatakan dirinyalah Ketua Umum PB PTMSI yang syah, bukan Lukman Eddy.  Lukman Eddy disebutkan sudah mengundurkan diri. Dia sudah resmi menyerahkan ke Pak Taher, dan semua itu, sebutnya,  sudah selesai.

Atas interupsi itu Lukman Eddy mundur, lalu Peter Layardi, atas izin Ketua Umum KOI, Erick Thohir, memperbolehkan Peter Layardi untuk masuk dalam ruang kongres. Namun  pihak keamanan tetap melarangnya untuk masuk dalam kongres.

Kisruh Karena KOI

Semua kekisruhan ini menurut sejumlah wartawan senior menyebutkan berawal dari kesalahan KOI. Kesalahan itu ialah dari tiga kepengurusan PTMSI, hanya PP PTMSI pimpinan Komjen Pol (Purn) Oegroseno yang resmi diakui oleh KOI. Sedang PB PTMSI tidak diakui KOI, tetapi hanya diakui oleh KONI saja.

Justru anehnya, meskipun PP PTMSI diakui oleh  KOI, akan tetapi anggota resmi KOI ini justru tidak diundang dalam kongres yang sangat penting itu. Alasan PP PTMSI tidak diundang karena  KOI, seperti dijelaskan oleh Plt Sekjen KOI, Hellen, bahwa masih terjadi dualisme dalam tubuh PTMSI.

Lebih aneh lagi karena ternyata dalam daftar hadir seluruh anggota KOI dari semua cabor, tidak ada nama cabor tenis meja (PTMSI). Akan tetapi ada surat undangan tertulis ditujukan ke Lukman Eddy sebagai Ketua PB PTMSI. Diharapkan untuk ke depannya hal seperti ini tidak boleh lagi. MP-MIK

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top