PROF. ROKHMIN DAHURI: SEKTOR KEMARITIMAN MENDORONG PEREKONOMIAN NASIONAL
0 Komentar 1503 pembaca

PROF. ROKHMIN DAHURI: SEKTOR KEMARITIMAN MENDORONG PEREKONOMIAN NASIONAL

Kampus

Makassar, MajalahPerwira – Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan Pakar Kemaritiman, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS.

Kuliah Umum yang mengangkat tema "Education, Science and Technology Needs of Competitive and Sustainable Maritime Economic Development Towards Indonesia as Worlds Maritime Fulcrum" di Ruang Sidang FIKP, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (18/09/2019).

Didampingi Prof Jamal selaku moderator, Prof, Rokhmin Dahuri memaparkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia kelautan dan perikanan Indonesia.

"Saya sangat semangat dan senang berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman saya di Unhas. Semua audiens saya liat bersemangat dengan apa yang saya berikan, jadi mereka memberikan energi positif kepada saya," ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan pada era Presiden Megawati Soekarnoputri ini.

Prof. Rokhmin juga berharap topik yang dibahasnya bisa memberi inspirasi bagi peserta yang hadir.  "Saya berharap ilmu pengetahuan dan pengalaman yang saya bagi bisa memberikan manfaat dan Ilmu serta pengetahuan baru kepada peserta yang hadir," tambahnya.

Prof Rokhmin Dahuri juga mengajak civitas akademika Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar berperan aktif mendorong pemanfaatan potensi ekonomi kemaritiman dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kata kuncinya sektor kelautan perikanan, kemaritiman dengan potensi raksasa 1,4 T USD per tahun dapat menyerap tenaga kerja sekitar 45 juta orang per tahun,” papar Guru Besar Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini

Potensi tersebut, tegas Rokhmin, harus dikelola dengan sains teknologi serta ramah lingkungan dan sosial sehingga bisa menjawab persoalan kemiskinan, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang rendah.

“Ambil contoh dari budidaya udang vaname saja jika kita bisa membuat tambak baru setiap tahunnya selama lima tahun itu bisa menyumbang 2% pertumbuhan ekonomi, sementara dari sektor budidaya lain selain udang vaname ada komoditas lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti kerapu, ambalon, teripang, kepiting, mutiara dan lain-lain,” ungkapnya.

Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan DPP PDIP itu menambahkan, untuk pertumbuhan ekonomi 7 persen, seharusnya Indonesia tidak perlu kesusahan jika potensi kemaritiman digarap secara maksimal berbasis sains dan teknologi serta ramah sosial dan lingkungan.

Kegiatan ini ini juga dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta dari kalangan mahasiswa S1 dan S2, Dosen maupun staf dan pegawai, serta Dekan Sekolah Pascasarjana, Prof. Jamaluddin Jompa, Ph. D., jajaran Dekanat FIKP, Ketua Masyarakat Aquaculture Indonesia, serta jajaran pimpinan prodi, dosen, dan mahasiswa FIKP. MP-MHS

 

 

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top