HIMABA RI DEKLARASI PERANGI NARKOBA DAN SOSIALISASI P4GN, SUKSESKAN PILPRES DAMAI
0 Komentar 201 pembaca

HIMABA RI DEKLARASI PERANGI NARKOBA DAN SOSIALISASI P4GN, SUKSESKAN PILPRES DAMAI

Sosial & Budaya

Jakarta, MajalahPerwira.com -- HIMABA RI selenggarakan sosialisasi anti narkoba dengan tema "Melalui Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Sukseskan Pilpres Damai 2019.

Acara yang berlangsung di Tamini (Taman Mini) Square Pasar Rebo Jakarta Timur, Sabtu (3/11/2018), dihadiri oleh Polda Metro Jaya yang di wakili oleh Kaditwasidik Polda Metro AKBP Sutrisno, BNN yang diwakili Muhammad Nazrullah dari BNNP Jakarta Timur, Made dari Mabes Polri.

Menurut Ketua Umum HIMABA RI Windu Priyo Wibowo, selain sosialisasi P4GN, agenda lainnya yakni, Pertama, deklarasi perangi narkoba dan Kedua, dalam rangka memasuki tahun
politik, tahun demokrasi.

Adanya tahun politik maka dirinya menghimbau pada masyarakat umum yang sengaja dilakukan diarea publik. Karena area publik ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan kepada masyarakat, mengajak masyarakat untuk menciptakan suasana pilpres yang damai.

"Kita berharap dapat pemimpin pemimpin yang konsentrasi,
fokus pada permasalahan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba, "kata Windu.

Dalam pidatonya, Windu berpesan pada peserta yang hadir di Tamini Squere, bagaimana menjaga diri memerangi narkoba, mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan untuk bersama-sama agar terhindar dari persoalan narkoba.

HIMABA RI hadir di Tamini Squere dengan Koperasi Primer Nasional HiIMABA RI Sejahtera, menggandeng kalangan pedagang dan pengusaha.

Pada "tagline" HIMABA RI dalam melaksanakan kegiatan hidup sehat, sejahtera tanpa narkoba. Sebab, pandangan HIMABA RI, permasalahan narkoba hanya ada dua masalah utama dan paling penting yakni, berkaitan dengan persoalan IMTAQ, Iman dan Taqwa seseorang.

Seseorang bisa terkena narkoba mungkin IMTAQ-nya lemah. Jika IMTAQ seseorang sudah kuat maka yang nomor dua juga tidak kalah penting yakni, permasalahan ekonomi, sejahtera, jasmani dan rohani.

Kata dia, Rohani saja tidak cukup. Jasmani harus kuat ketika seseorang harus bekerja, harus produktif. Jangan sampai orang tersebut menjadi pengangguran.

"Inilah yang menjadi PR kami di HIMABA RI, "ungkapnya.

Landasan itulah, bagaimana HIMABA RI segera membentuk Koperasi Primer Nasional HIMABA RI Sejahtera dengan tujuan, bagaimana pihaknya memproduktifitaskan masyarakat, baik dari pemuda atau para orang tua.

Pasti masalah ekonomi sangat berpengaruh dalam keluarga. Sudah banyak contoh kasus yang terjadi sekarang, bahkan satu keluarga menjadi pengedar narkoba, ujung-ujungnya alasan persoalan ekonomi.

"Jadi harapan dan impian kami. Perjuangan kami, HIMABA RI ini akan memberikan kepada masyarakat sebuah langkah-lanngkah solusi. Ketika kita adakan penyuluhan di daerah agar masyakat tidak menjadi pengedar, kurir apalagi jadi bandar, "ujar Windu.

Sementara itu, Dewan Pembina HIMABA RI Ahmad Sewu Ibrahim mengatakan, narkoba itu adalah musuh bersama anak bangsa. Apapun agamanya dan sukunya, maka narkoba adalah musuh masyarakat dan musuh NKRI.

Jadi, tambah dia, semuanya bersatu. Bersatu bersama-sama untuk memerangi, menyelamatkkan anak bangsa dinegeri ini dari bahaya barang haram itu. HIMABA RI ini adalah perekat semua dari berbagai suku, berbagai profesi untuk memerangi kejahatan narkoba.

Di HIMABA RI terdapat pengurus atau Dewan Pembina dari berbagai partai politik. Seperti pada Dewan Pembina terdapat Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo dari Golkar, Tommy Soeharto Partai Berkarya. Sedangkan dia sendiri berasal dari PBB.

Artinya, semua yang berasal dari partai menyatu di HIMABA RI. Karena ketika membicarakan persolan narkoba, partai apapun berusaha bersama-sama untuk menyelamatkan anak bangsa dinegeri ini.

"Insya Allah, dalam waktu dekat ini, program "talk show" untuk sosialisasi bahaya narkoba kita jalankan di 5 provinsi seperti Sumut, Jambi, Jabar, Jatim dan Jateng. Kita kerja sama dengan beberapa perusahaan yang menjadi sponsornya, "ujar Ahmad.

Pada akhir pidatonya, Ahmad berusaha menyemangati peserta dengan yel-yel hasil ciptaannya. Yel-yel itu mengandung arti seperti pada tiga kali ucapkan kalimat "sukses", yakni, sukses ekonomi, sukses keluarga dan sukses dunia akhirat.

Selanjutnya ketika menonjok sebanyak tiga kali itu artinya tonjok tri sukses. Tonjok kemalasan, tonjok kemiskinan dan tonjok segala macamnya.

"HIMABA RI, Sukses, Sukses, Sukses Sehat, Tanpa Narkoba, "tutupnya sambil memperagakan yel-yel.

Acara kemudian dilanjutkan dengan "talk show" yang menghadir dua pembicara dari pihak Polda Metro Jaya yang diwakili AKBP Sutrisno dan dari pihak BNN diwakili Muhammad Nazrullah Kepala BNNP Jakarta Timur.

Pukul 16.30 WIB acara ditutup dengan "door prize" yang berkaitan dengan permaslahan narkoba serta hiburan grup band dari sekumpulan anak muda HIMABA RI. Perserta yang ikut sosialisa P4GN diberikan piagam penghargaan. MP-AZA

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top