YUSRIL: UMAT ISLAM DIPINGGIRKAN, PEMERINTAH GUNAKAN DANA HAJI UNTUK PROYEK INFRASTRUKTUR
1 Komentar 1095 pembaca

YUSRIL: UMAT ISLAM DIPINGGIRKAN, PEMERINTAH GUNAKAN DANA HAJI UNTUK PROYEK INFRASTRUKTUR

Nasional

Jakarta, MajalahPerwira.com - Umat Islam Indonesia saat ini merasa terpinggirkan di negerinya sendiri, dengan banyaknya tekanan kepada ormas-ormas Islam, para ulama, habaib dan muballigh. Anehnya, Pemerintah justru menggunakan dana milik umat Islam untuk membiayai proyek infrastruktur.

Pemerintah kini sedang dililit utang dalam dan luar negeri, sehingga sulit mencari pinjaman, termasuk untuk menutup defisit APBN yang kini telah mendekati maksimum 3% seperti diatur dalam undang-undang. 

Hal ini, kata  Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra,  beda dengan pernyataan Presiden Jokowi di awal masa jabatannya yang mengimingi rakyat dengan kata-kata ,“Jangan kuatir, uang kita masih banyak."

“Dana milik negara tidaklah sebanyak yang diduga Presiden. Sekarang Pemerintah mencabut macam-macam subsidi, menaikkan pajak, sementara angka pertumbuhan ekonomi menurun dan jumlah kemiskinan serta pengangguran makin bertambah pula,” ujar Yusril kepada media, kemaren.

Yusril menyesalkan sikap Anggito Abimanyu yang menyatakan siap untuk melaksanakan instruksi Presiden Jokowi untuk menggunakan dana haji guna  membiayai pembangunan infrastruktur. Anggito yang kini menjadi anggota Badan Pengelola Keuangan Haji seperti menanggung beban masa lalu untuk bisa berkata lain, selain daripada “siap” melaksanakan intruksi Presiden. 

Dana haji yang terdiri atas setoran calon jemaah dan dana abadi umat itu yang sekarang berjumlah 95 trilyun lebih dan akan meningkat menjadi 100 trilyun awal tahun depan, diinstruksikan Presiden Jokowi agar 80 trilyunnya digunakan membiayai pembangunan infrastruktur.

“Walaupun Jokowi menyebutkan dana tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang kecil risikonya, namun semua itu tetaplah harus dianggap sebagai pinjaman Pemerintah kepada umat Islam,” kata Yusril 

Menurut Yusril, jika sebegitu besar dana yang digunakan membiayai infrastruktur, risiko bisa saja terjadi, sehingga bisa saja Pemerintah suatu ketika gagal memberangkatkan jemaah haji. Padahal umat Islam ada yang telah menjual tanah, sawah dan ladang untuk membiayai perjalanan haji mereka.

“Dana itu sebagian dapat dijadikan modal mendirikan Bank Haji untuk membantu kegiatan usaha umat Islam, membangun rumah sakit dan sekolah2. Dengan demikian, umat Islam akan menjadi kuat dan sejahtera,” kata Pakar Hukum Tata Negara itu. MP-JMP

 

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

1

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top