AKTIVIS 98 : DEMO RUMAH SBY, MAHASISWA GAGAL FOKUS
0 Komentar 399 pembaca

AKTIVIS 98 : DEMO RUMAH SBY, MAHASISWA GAGAL FOKUS

Kampus

Jakarta, MajalahPerwira.com. Gerakan mahasiswa diharapkan segera kembali on the track pada khittohnya sebagai moral force, oposisi permanen dan agent of changes.

Hal ini dikatakan Eksponen aktivis 98, Ubedillah Badrun menyikapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa di depan rumah Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Senin sore (6/2/2017).

Mantan Ketum HMI (MPO) Jakarta 97-98 ini menilai aksi yang dilakukan sekelompok mahasiswa itu salah fokus dan sangat tendensius. Apa yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa tersebut menjadi indikasi betapa gagalnya pemahaman mahasiswa saat ini dalam menyikapi persoalan kebangsaan.

“Saya sebut salah fokus sebab posisi mahasiswa sebagai kelas menengah terpelajar seharusnya mengambil posisi independen yang kritis terhadap pemerintah, bukan pada satu orang,” ujar Ubedillah.

Biasanya, lanjut Ubedillah, kalau gerakan mahasiswa salah fokus itu menunjukan ada indikasi kuat bahwa itu bukan murni gerakan mahasiswa tetapi digerakan atau dimanfaatkan oleh kelompok politik tertentu yang memiliki masa lalu dengan SBY.

“Ada semacam konstruksi berfikir historis yang dipaksakan, yang lompat dari realitas saat ini, lalu menjadi alat untuk menjatuhkan kesalahan pada SBY semata,” tandas Direktur Pusat Studi Sosial Politik (Puspol) Indonesia ini.

Sebab, lanjutnya, problem bangsa saat ini bukan SBY tetapi rezim saat ini yang telah salah kelola negara yang mengakibatkan kelesuan ekonomi yang cukup lama dan kesenjangan ekonomi dengan rasio gini yang tinggi mencapai 0.41.

Persoalan serius saat ini adalah utang negara yang melambung kurang lebih 3.800 Triliun, dominasi asing yang terlalu besar melebihi 53 % di sejumlah sektor, pengangguran yang terus bertambah di tingkat lulusan SLTA yang mencapai 1,3 juta lebih.

“Selain salah kelola ekonomi, rezim saat ini juga gagal mengelola harmoni sosial politik karena perilaku politik rezim justru membuka lebar ruang disharmoni, seperti membuka ring bagi munculnya para petarung,” katanya.

Hal ini, lanjutnya, terlihat dari komunikasi politik yang saling menyerang diantara elit politik dan bahkan dengan tokoh agama. Menurutnya, jika setiap episode sejarah selalu menyalahkan rezim masal lalu bangsa ini tak akan pernah maju.

Di membeberkan, jika dikorek masa lalu mantan Presiden tidak hanya SBY, semuanya menyimpan sejumlah persoalan serius.

“Dari Soekarno, Soeharto, Habibie, Gusdur, sampai Megawati dan SBY. Mungkin nanti menyusul Jokowi,” cetus aktifis yang pada 1996 aktif membidani lahirnya FKSMJ (Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta) itu. MP-JMP

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top