Habib Rizieq: Intel Harusnya Mata-Matai PKI, Bukan Ulama Pecinta NKRI
1 Komentar 4002 pembaca
Habib Muhammad Rizieq Syihab

Habib Rizieq: Intel Harusnya Mata-Matai PKI, Bukan Ulama Pecinta NKRI

Nasional

Jakarta, MajalahPerwira.com. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab menegaskan, aparat intelijen seharusnya ditugaskan untuk memata-matai kebangkikan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Bukan terhadap para ulama dan tokoh nasional yang cinta dengan NKRI,” ujar Habib Rizieq saat menjadi pembicara pada dialog yang digelar Center of Study for Indonesian Leadership (CSIL) dan Dewan Harian 45 di Gedung Juang 45, Jakarta, Jumat (20/1/2017).

Ia mengaku prihatin jika aparat intelijen yang memata-matai para ulama dan tokoh nasional. Sebab, mereka hanya menginginkan Indonesia kembali pada cita-cita luhur para pendiri bangsa.

Yakni sebagai negara merdeka dan lepas dari penjajah asing, baik itu penjajahan secara ekonomi, politik maupun akar budaya yang ada.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengaku sangat prihatin jika aparat intelijen justru ditugasi memata-matai para ulama dan tokoh nasional.

“Kebangkitan PKI harus dilawan. Demikian juga terhadap upaya-upaya mengkriminalisasi tokoh-tokoh yang sangat mencintai NKRI,” tegasnya.

Habib Rizieq mengingatkan, bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Karena itu aparat hukum harus benar-benar difungsikan untuk menegakkan hukum sesuai aturan perundang-undangan yang ada. Jangan polisi dijadikan alat mengkriminalisasi, jangan ada upaya-upaya meneror tokoh agama dan tokoh nasional.

"Apapun agama dan budaya anda, mari menjaga kedaulatan NKRI. Ini kapal besar yang menampung kita semua. Satu saja ada pihak yang melubanginya dan itu dibiarkan, kapal ini akan karam. Semua aspek di negeri ini harus ditegakkan," katanya.

Lebih lanjut Habib Rizieq memaparkan, alih-alih menjembatani dan menggelar dialog demi menemukan solusi terhadap persoalan bangsa yang kian mengkhawatirkan, aparat dan pemerintah malah selalu mencari celah dan kesalahan untuk melakukan kriminalisasi terhadap ulama dan tokoh nasionalis.

"Bahkan kalau nanti kita injak semut, semutnya bisa itu digiring sama polisi untuk laporkan kita. Makanya saya pesen jangan sampai injek semut ya,” katanya.

Untuk itu, Habib Rizieq menegaskan, sikap ketidakadilan yang dipertontonkan kepolisian itu harus dilawan. Pasalnya Indonesia adalah negara hukum. Bukan negara polisi ataupun negara kekuasaan. MP-JMP

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. bit.ly/2tUoRei 04 Juli 2018 - 09:46:48 WIB

    Terimakasih informasinya sangat bermanfaat gan, sukses terus informasinya
    http://bit.ly/2tUoRei

1

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top