Gegara Pakai Jilbab, Juri Larang Auliya Tanding Kejuaraan Karate se Jatim
1 Komentar 4428 pembaca
Auliya

Gegara Pakai Jilbab, Juri Larang Auliya Tanding Kejuaraan Karate se Jatim

Olahraga

Ngawi, MajalahPerwira.com. Gegara mengenakan jilbab dan tidak mau melepaskannya, Auliya siswi sekolah Islam di Ngawi Jawa Timur, didiskualifikasi dalam Kejuaraan Karate Tingkat Provinsi Jawa Timur, Jumar lalu (23/12/2016).

Guru Auliya, Ustadz Janan Farisi hafizhahullah mengaku kecewa dengan sikap juri yang dinilai telah melanggar HAM dan intoleran itu, Rencananya ia akan mengajak juri tersebut untuk melihat, belajar dan bercermin ke Turki, negara sekular yang sama-sama berpenduduk mayoritas Muslim di dua benua.

“Lihatlah atlet karate nasional dan internasional mereka yang mengenakan jilbab pada saat kejuaraan,” ujar Janan dalam keterangannya, Minggu (25/12/2016).

Ia berharap pelaku diproses hukum tindak pidana pelanggaran HAM, dicabutnya sertifikasi pelaku sebagai juri di tingkat apa pun.Dan diturunkan tingkat kecakapannya dalam olah raga karate 5 tingkat ke bawah.

“Saya akan sampaikan hal ini ke Kementerian Pemuda dan dan Olah Raga. Pelaku pelanggaran HAM seperti ini wajib diberikan pelajaran tentang HAM dalam dunia olah raga!” tegasnya.

Ia juga berniat akan memberikan hadiah kepada Aulia untuk beribadah umroh sebagai pengobat kekecewaannya.

Sebagaimana dikabarkan, Jumat (23/12/2016) menjadi hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh santriwati dari Sampit Harapan Umat Ngawi. Hari itu adalah hari kejuaraan Karate se-Jatim yang diselenggarakan di GOR Magetan. Auliya nama santriwati itu, siang malam ia berlatih sekuat tenaga. Berangkat latihan pagi pagi sekali, lalu pulang menjelang dzuhur. Istirahat sejenak lalu pergi latihan lagi, dan baru kembali pulang jam setengah sembilan malam, setiap hari. Dia berharap, tanggal 23 kemarin bisa menjadi sejarah yang akan mengukir namanya dalam jajaran juara Karate.

Namun saat hari itu tiba, saat ia sudah siap bertanding dengan seragam karate gagahnya, seorang juri menyuruhnya melepas jilbab nya. Ia tak dibolehkan mengikuti pertandingan dengan jilbabnya. Tersentaklah ia. Bergejolak pertandingan yang sangat hebat dalam hatinya.

Bertanding mengejar mimpi atau mempertahankan JILBAB nya, izzah ke-Islaman nya. Latihan gigihnya selama ini, Impiannya, menguap begitu saja. Sementara peserta yang lain, yang sebelumnya berjilbab, mulai melepas jilbab nya satu persatu.

Tapi anak itu, perlahan, dengan air mata menggenang di pelupuk, ia melangkah meninggalkan arena pertandingan. Ia telah memenangkan pertandingannya, pertandingan mempertahankan izzatul Islam..

“Saya yang merekam semua itu dengan mata kepalaku hampir tak percaya. Sebelumnya saya hanya mendengar seperti ini dari berita. Tapi kali ini, hadir dengan nyata di depan mata. Ini negeri mayoritas Muslim! Ada apa dengan jilbab?” tutur Janan. MP-NRQ

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. bit.ly/2tUoRei 04 Juli 2018 - 09:46:15 WIB

    Terimakasih informasinya sangat bermanfaat gan, sukses terus informasinya
    http://bit.ly/2tUoRei

1

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top