INILAH 9 TOKOH BERPENGARUH PENERIMA BELA NEGARA AWARD LSM LIRA
2 Komentar 2771 pembaca

INILAH 9 TOKOH BERPENGARUH PENERIMA BELA NEGARA AWARD LSM LIRA

Nasional

Jakarta, MajalahPerwira.com. LSM LIRA-PEREMPUAN LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) memberikan penghargaan Bela Negara Award (BENA) kepada 9 tokoh berpengaruh dengan cara menyampaikan langsung kepada pihak yang telah dipilih.

“Pemberian penghargaan ini merupakan gerakan moralitas agar bangsa Indonesia tidak lupa tentang pentingnya semangat Bela Negara. Semangat berkorban bagi kemajuan dan kedaulatan bangsa dan Negara.,” ujar Presiden LSM LIRA, HM Jusuf Rizal kepada media di Jakarta, Senin (19/12/2016).

Namun, lanjutnya, tidak tertutup kemungkinan dilakukan melalui sebuah acara serimoni dengan melibatkan berbagai pihak kepentingan.

Adapun 9 tokoh berpengaruh yang mendapat penghargaan Bela Negara Award (BENA) antara lain :

1. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Sosok yang dinilai memiliki ketegasan dalam memimpin serta punya komitmen yang tinggal untuk mengawal bangsa dan berbagai rongrongan, dari dalam maupun luar negeri, termasuk berhasil mengamankan aksi damai 411 dan 212 yang melibatkan jutaan massa, baik Muslim maupun non-Muslim.

2. Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian.

Pria berbintang empat ini berada digarda depan dalam mengamankan aksi damai 411 dan 212 yang melibatkan jutaan mass, baik Muslim maupun non Muslim. Salah sedikit akan memiliki dampak politis yang luar biasa. Dapat memicu konflik horizontal. Namun dengan berbagai kelemahan dan kelebihannnya. Tito Karnavian menunjukkan jatidirinya sebagai pemimpin. Ia sukses mengamankan gerakan aksi damai berkolaborasi dengan TNI di seluruh Indonesia. Ia juga turun melakukan safari komunikasi politik keberbagai pihak untuk menciptakan suasana yang kondusif aman dan damai.

3. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)/Aktivis Anti PKI, Habib Rizieq Shihab.

Gerakan beliau untuk melawan faham komunis PKI di Indonesia tidak pernah luntur dengan memakai basis agama untk melakukan perlawanan. PKI diyakini akan bangkit kembali di republik ini. Faham komunis di Indonesia haram hukumnya sesuai dengan TAP MPRS 25 Tahun 1966 yang melarang bentuk apapun berbau komunis di Indonesia.

Meski banyak cemooh dan hujatan, Habib Rizieq terus bergerak memberikan semangat harus bersatu untuk melawan faham-faham komunis yang ingin memecah belah bangsa dari berbagai lini, termasuk menggunakan agama, keberagaman, etnis, suku dan agama.

4. Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnaen.

Sosok pria ini memiliki keteguhan untuk mempertahankan prinsip untuk memayuni aspirasi umat agar tidak terjadi perpecahan, anarkis dan konflik horizontal. Dengan sikap memperjuangkan keadilan tersebut, serta melalui himbauan MUI, jutaaan massa aksi damai 411 dan 212 berlangsung aman, tentram dan rapi. Ini adalah salah satu contoh nyata Bela Negara. Bergerak dalam semangat amar ma’ruf nahi munkar.

5. Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), Ustadz Bachtiar Nasir.

Tanpa Ustadz Bachtiar Nasir punya peran strategis dalam aksi damai 411 dan 212. Tanpa gerakan beliau berserta tokoh Muslim lainnya, mustahil jutaaan massa Muslim dan Non Muslim bisa turun dengan aksi damai. Tujuan gerakan ini adalah mendorong keadilan dan penegakan hukum harus berpihak pada kebenaran. Tidak boleh tebang pilih, tidak boleh ada yang kebal terhadap hukum di Republik Indonesia. Memberikan dan menjamin keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia adalah Bela Negara.

6. Tokoh Pergerakan, Rahmawati Soekarnoputri.

Putri proklamator Soekarno ini memiliki semangat dan idealisme seperti bapaknya, garang dan selalu cinta Merah Putih. Melawan faham komunisme, rasa cintanya terhadap bangsa, ditengah keterbatasnnya, Ia terus berjuang mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 dari berbagai rongrongan kelompok-kelompok tertentu yang ingin menguasai Negara. Tidak peduli siapapun itu, bahkan saudaranya Megawati Soekarnoputri juga dikritik dan ditentangnya.

Semangat ingin mengembalikan UUD 1945 kepada naskah aslinya dengan tetap mengadopsi perubahan yang tidak merugikan bangsa, terus dilakukan. LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) pernah berkumpul membicarakan pentingnya mengembalikan UUD 1945. Tidak perlu ada amandemen yang membuat sistem ketatanegaraan menjadi lemah. Sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara sudah jauh melenceng dari cita-cita besar Soekarno. Berkat kegigihannya memperjuangkan pengembalian UUD 1945 kepada aslinya. Membuat dirinya dituduh makar dan sempat ditahan meski tidak lama. Ia adalah Tokoh Pergerakan yang konsisten dan tidak haus kekuasaan dan kekayaan.

7. Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti.

Menjadi seorang pejabat publik setingkat memteri barangkali jauh dari angan-angan dan cita-cita seorang perempuan bernama Susi Pudjiastuti. Ia besar dari kampung dan tidak memiliki pendidikan yang cukup. Tapi, ia adalah manusia yang ingin bangkit yagn tidak terpaku pada semata gelar. Karena pendidikan otodidak tidaklah kalah pentingnya untuk mencapai kemajuan. Ia mampu membuktikan itu dan menjadi pengusaha yang tangguh.

Berkat prestasinya itu, ia menjadi Menteri Perikanan dan Kelautan. Ia banyak dicemooh, apakah bisa seorang perempuan biasa bisa memimpin kementerian dan berbuat untuk bangsanya? Nyatanya dia mampu. Dengan semangat Bela Negara. Dihajarnya para maling ikan di lautan yang semala ini merajalela. Tidak peduli siapa dibelakangnya. Tapi kekayaan bangsa harus mampu dinikmati dan mensejahterakan rakyat, khususnya para nelayan. Tidak hanya itu, Susi Pudjiastuti pun memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari sebuah lembaga pendidikan. Susi Pudjiastuti adalah sosok perempuan yang dapat menginspirasi kaum perempuan di republik ini.

8. Menteri Sosial, Hj. Khofifah Indar Parawansa.

Lahir sebagai kader di warga Nahdlatul Ulama (NU). Khofifah Indar Parawansa telah berbuat banyak bagi rakyat untuk mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan. Sempat menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan, Ketum Muslimat NU dan kini sebagai Menteri Sosial. Sebagai menteri sosial daam rangka membangun ketahanan bangsa, maka berbagai program digalakkan, baik dibidang pemberdayaan sosial, keluarga, ekonomi keluarga bahkan rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Semua yang dilakukan sebagai bagian dari Bela Negara. Masyarakat bawah perlu disentuh agar berdasya sebagai nasyarakat untuk memperkokoh, ketahanan bangsa. Jika rakyat dibiarkan terus menderita, maka semangat bela negara mereka juga akan lemah dan itu juga akan memperlemah ketahanan bangsa.

9. Artis/Penyanyi Tiga Zaman. Titiek Puspa.

Siapa yang tidak kenal artis/penyanyi tidak zaman ini? Jika bicar Bela Negara jangan ditanya lagi. Lagu-lagu Titiek Puspa tidak hanya bicara cinta, kerinduan, semangat tapi juga Bela Negara. Beliau banyak melahirkan penyanyi, mengarang lagu dan mendorong menciptakan lagu anak-anak, agar kelak anak-anak bangsa tersebut menjadi generasi yang memiliki karakter, cinta bangsa dan tentu muaranya punya semangat bela negara sesuai bidang dan profesi yang dimiliknya. Titiek Puspa adalah sosok penyanyi yang konsisten dijalurnya, namun ia sukses tidak hanya sebagai penyanyi tapi juga sebagai pengusaha. Kini lagu-lagu anak-anak yang bernada bela negara kian sedikit dan Titiek Puspa terus membina anak-anak dengan menciptakan lagu anak-anak. Konsisten dan semangat bela negara itu dapat menjadi inspirasi dan motivasi besar bagi perempuan di Tanah Air. MP-MHS

 

Author

Adm
Profil Adm

Alamat Redaksi Majalah Perwira
Graha Perwira, Gedung Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet - Jakarta Selatan
No. Telpon: 021-83792566/67
Email : redaksi@majalahperwira.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

  1. Pengobatan Untuk Sembuhkan Emboli Paru 22 Juli 2017 - 13:55:52 WIB

    Terimakasih atas infonya, semoga bermanfaat dan sukses buat kedepannya https://goo.gl/ivwoUj

  2. bit.ly/2tUoRei 04 Juli 2018 - 09:49:04 WIB

    Terimakasih informasinya sangat bermanfaat gan, sukses terus informasinya
    http://bit.ly/2tUoRei

1

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top